Pelebaran Masjid Darush Sholihin (Jami’ Al-Adha)

Home / Cause / Pelebaran Masjid Darush Sholihin (Jami’ Al-Adha)

Donated: 0% / ₪2.400.000.000

0%

Mau tahu tidak cerita semalam (Malam Kamis, 19-10-2016)?

Mungkin sudah diketahui dari LIVE Facebook mengenai Kajian Malam Kamis dari Lapangan Parkir Pesantren Darush Sholihin, Warak, Girisekar, Panggang, Gunugkidul, D.I.Y. Dan jamaah yang hadir selalu membludak hingga 2000-an orang. Kajian malam Kamis tersebut secara rutin membahas dua kitab, yaitu Tafsir Surat Yasin (rujukan utama: Tafsir Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin) dan Riyadhus Sholihin (rujukan utama: Kunuz Riyadh Ash-Shalihin).

Kajian Malam Kamis ini alhamdulillah sudah berlangsung rutin selama tiga tahun. Dari yang semula hanya sepuluh orang, bertambah menjadi ratusan, hingga menanjak naik menjadi 2000-an orang, yang sekarang berdatangan dari 6 kecamatan di Gunungkidul bagian selatan. Dari semula kajian tersebut diadakan di Masjid Jami’ Al-Adha, lalu masjid dipugar menjadi dua lantai, tetap masih tidak muat hingga dipindahkan di lapangan terbuka tanpa atap.

Sudah beberapa pekan kita tahu di Jawa sering mendapatkan hujan, bahkan hujan deras, alhamdulillah. Namun hujan tersebut tidak pernah turun di Malam Kamis, sehingga kajian beberapa pekan tetap lancar.

Tadi malam (19-10-2016), kajian tetap berlangsung dan tetap disiapkan di lapangan parkir. Ketika Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal (pengisi rutin dan tetap) memulai kajian, baru berbicara satu menit, hujan rintik-rintik turun, turun dan terus turun, hingga deras.

Allahumma shayyiban naafi’a, Ya Allah turunkanlah hujan yang penuh manfaat.

Dua ribuan jamaah pun bergegas mencari tempat berteduh. Lalu diumumkan oleh Ustadz Abduh bahwa kajian dipindah ke Masjid Jami’ Al-Adha (Masjid Induk Pesantren Darush Sholihin). Kapasitas masjid memang terbatas, sebenarnya hanya memuat 800 jama’ah. Sehingga mau dipaksa pun tetap ada yang basah kuyup di luar, dan memang banyak yang berteduh di rumah warga. Kajian pun berlangsung, namun hanya berdurasi 25 menit membacakan tiga hadits dari kitab Riyadhus Sholihin. Kajian dipercepat karena hujan terus deras dan jamaah basah kuyup.

Solusi untuk mengatasi kajian di musim hujan seperti ini adalah dengan memperluas lagi Masjid Jami’ Al-Adha ke sebelah utara. Namun lahan utara sebenarnya adalah area rumah takmir masjid (Bapak H. Riyadi Sariman, mertua dari Ustadz M. Abduh Tuasikal). Rencananya, rumah tersebut akan dipindah ke lantai dua, sedangkan lantai satu difungsikan untuk pelataran tempat kajian (moga muat hingga 500 jama’ah), dan kelas TPA sore (yang sudah memiliki 300-an murid). Lantai bawah tersebut akan dilengkapi dengan toilet dan tempat wudhu yang lebih luas.

Diperkirakan RAB perluasan Masjid Jami’ Al-Adha menghabiskan dana kurang lebih 2,4 milyar rupiah.

 

Info Donasi: 0811267791

 

Alamat masjid yang akan dibangun : https://goo.gl/maps/b73xc7wr5eJ2